SAMARINDA – Keceriaan terpancar dari wajah 100 anak panti asuhan yang mengikuti peringatan Hari Anak Nasional 2025 tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Bertempat di Taman Salma Shofa, Mugirejo, Samarinda, kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Sosial Provinsi Kaltim dengan menggandeng sepuluh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).
Anak-anak dari LKSA Al-Maun, Aisyiyah Al-Walidaturahmah, Qolbu Salim, Aisyiyah Siti Khotijah, Khoirul Amal, Asih Manuntung, Nurul Haq, Ruhama, Yatama, dan PA Istiqomah Muhammadiyah menikmati berbagai wahana permainan edukatif. Mulai dari kolam renang hingga games berkelompok yang dirancang untuk melatih ketangkasan, konsentrasi, dan kerja sama.
Koordinator kegiatan dari Dinas Sosial Kaltim, Herman, menjelaskan bahwa pemilihan sepuluh LKSA dari total 34 yang ada di Samarinda dilakukan berdasarkan keterbatasan lokasi dan kapasitas acara. “Dari total 34 LKSA di Samarinda, hanya 10 yang kami pilih untuk ikut kegiatan ini, karena keterbatasan tempat dan kapasitas,” ungkap Herman.
Permainan yang disiapkan pun tidak hanya untuk menghibur, tapi juga mengandung unsur pembelajaran. Katherine, Koordinator Pekerja Sosial (Peksos) Dinsos Kaltim, menjelaskan salah satu permainan yang dimainkan anak-anak. “Permainan ini melatih kesabaran, fokus, dan kerja tim,” katanya, merujuk pada lomba meniup gelas gantung dan memindahkan bola dengan tangkai balon.
Peksos lainnya, Ginting, memimpin permainan estafet balok. Ia menyebut permainan itu bermanfaat dalam membangun koordinasi tim. “Ini melatih keseimbangan dan kerja sama agar tim bisa menyelesaikan tantangan bersama,” ucapnya.
Keceriaan anak-anak pun menjadi warna tersendiri dalam kegiatan ini. Syawal (8), anak dari LKSA Yatama asal Muara Badak Ilir, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini. “Kami naik taksi biru dari panti di Gang Ahim. Seru permainannya, harus fokus,” katanya sambil tersenyum lebar. Hal serupa dirasakan Aca (6) dari LKSA Qolbu Salim. “Senang, Om. Tadi main balon dimasukkan ke plastik,” ujarnya sambil mengusap wajahnya yang kemerahan karena matahari.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kaltim, Drs. Andi Muhammad Ishak, Apt, M.Si, turut hadir dan membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya pendidikan dan spiritualitas sebagai bekal masa depan. “Jangan sia-siakan kesempatan belajar. Manfaatkan program gratispoll dan josspoll dari Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji,” tegasnya.
Ia juga memberi pesan penting soal penggunaan teknologi. “HP itu seperti pisau bermata dua. Bisa bermanfaat, bisa juga merugikan. Gunakan untuk belajar, bukan hanya bermain game,” ujar Andi.
Menutup sambutannya, Andi mengajak seluruh anak untuk tidak melupakan ibadah. “Usaha harus diiringi doa. Yang muslim, jangan tinggalkan salat. Yang non-muslim, beribadahlah sesuai ajaran masing-masing. Karena hasil semua usaha kita ditentukan oleh Yang Maha Kuasa,” tutupnya. Ucapan itu langsung disambut teriakan penuh semangat dari para anak panti: “Siap!”(*)



Tinggalkan Balasan