Apa info, Kutai Timur — Lonjakan jumlah pelanggan air bersih di Kecamatan Karangan kini melampaui kapasitas ideal yang tersedia. Dari daya tampung sekitar 500 sambungan, pengguna layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tercatat telah mencapai sekitar 700 sambungan.

Camat Karangan, Muhammad Reza Fahlevi, menyebut kondisi ini menjadi kendala utama dalam pelayanan air bersih di wilayahnya.

“Memang untuk air bersih ini yang menjadi kendala. Kapasitas yang ada di Karangan itu sudah melebihi dari kapasitas yang tersedia,” ujar Reza saat diwawancarai.

Dari total sembilan desa di Kecamatan Karangan, kata dia, baru tiga desa yang terhubung dengan jaringan PDAM kabupaten, yakni Desa Karangan Dalam, Desa Karangan Ilir, dan Desa Karangan Seberang. Sementara enam desa lainnya masih bergantung pada pasokan air bersih dari perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.

“Yang dialiri oleh PDAM itu baru tiga desa. Untuk desa lainnya mereka menggunakan bantuan air dari perusahaan,” jelasnya.

Meski belum seluruh desa terlayani jaringan pemerintah, Reza memastikan kualitas air dari perusahaan tetap memenuhi standar konsumsi.

“Layak konsumsi dan kualitas air tetap sama-sama bagus,” katanya.

Namun, ketergantungan terhadap suplai perusahaan dinilai bukan solusi permanen. Ia menilai kondisi ini berisiko apabila terjadi perubahan kebijakan atau penurunan dukungan dari pihak perusahaan.

Sebagai langkah awal, pihak kecamatan telah memanggil kepala PDAM setempat untuk membahas kemungkinan penambahan kapasitas layanan. Menurut Reza, pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan domestik menuntut peningkatan infrastruktur distribusi air bersih.

“Memang kapasitasnya harus ditambah,” tegasnya.

Persoalan air bersih pun menjadi perhatian dalam pembahasan pembangunan kecamatan, termasuk dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Meski usulan pembangunan jalan cukup banyak diajukan masyarakat, pemerintah kecamatan menilai air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda penanganannya.

Dengan jumlah pelanggan yang telah melampaui daya tampung awal, pemerintah kecamatan berharap pemerintah kabupaten segera mengambil langkah konkret untuk memperkuat sistem distribusi air bersih di Karangan demi menjaga stabilitas layanan dan kesehatan masyarakat. (*/Ron)