KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyatakan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk menekan angka putus sekolah di kalangan masyarakat prasejahtera melalui penyediaan pendidikan alternatif yang terjangkau dan inklusif.
Asisten I Sekretariat Kabupaten Kutim, Poniso Suryo Renggono, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah menyiapkan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Dua lokasi di Kecamatan Sangatta Utara telah masuk dalam tahap verifikasi, yakni di Jalan Guru Besar dan Jalan Simono.
“Dalam rapat awal pembahasan, kami menegaskan bahwa untuk pembangunan Sekolah Rakyat, dibutuhkan lahan yang clear and clean terlebih dahulu. Dua titik lokasi saat ini sedang diverifikasi dan dilakukan pematangan oleh tim lapangan,” ujar Poniso saat ditemui di Sangatta, Selasa (29/7).
Poniso menambahkan, Pemkab Kutim telah mengusulkan tahapan awal berupa pematangan lahan serta sertifikasi ke pemerintah pusat. Setelah itu, pembangunan fisik akan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
“Kami hanya menyiapkan lahannya. Pembangunannya dilakukan oleh pemerintah pusat, jadi kami masih menunggu realisasi fisiknya. Belum tahu kapan akan dimulai,” jelasnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata Hadi Sujito, menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai solusi konkret untuk mengatasi ketimpangan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin yang rentan mengalami putus sekolah.
“Sekolah ini memang dirancang untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Diharapkan bisa menjadi jalan keluar dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,” kata Ernata.
Ia juga menyampaikan harapannya bahwa kehadiran Sekolah Rakyat akan memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi generasi muda Kutim.
“Kalau anak-anak sudah mendapatkan pendidikan yang baik, mereka akan memiliki peluang kerja lebih luas dan penghasilan yang memadai. Ini akan menciptakan generasi baru yang tidak lagi terjerat dalam kemiskinan,” pungkas Ernata.
Dengan komitmen ini, Pemkab Kutim menunjukkan keseriusannya dalam mendukung agenda nasional di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.(*)



Tinggalkan Balasan